Ada sebuah pepatah militer kuno yang berbunyi: “Seorang jendral besar bicara tentang strategi, seorang profesional bicara tentang logistik”. Reformasi kebijakan sektor kesehatan banyak yang didorong dengan bukti daripada strategi yang dibentuk oleh ideologi yang sering menunjukkan kemungkinan kecil untuk direalisasikan. Para ideolog mempromosikan strategi mereka yang lebih - atau kurang - melibatkan pasar, retribusi dan devolusi, tetapi, sebagaimana Siddiqi et al. menunjukkan dalam edisi ini Buletin, ketika itu diimplementasikan faktor yang membatasi adalah realitas lokal.
Para ahli strategi di seluruh dunia terlalu sering berasumsi bahwa kondisi di semua negara adalah homogen: bahwa pendekatan yang bekerja di suatu negara dapat bekerja di negara lain, meskipun berbeda hukum dan sistem administrasi, tradisi dan nilai-nilai, lingkungan fisik dan keamanannya. Siddiqi et al. mengingatkan kita bahwa kesehatan dan subsistem perusahaan tidak akan bekerja di dalam sebuah isolasi. Mereka melihat keterbatasan praktis dari penerapan strategi dan menyimpulkan: “pertimbangan cermat dan analisis mendalam tentang konteks lokal sangat penting sebelum memutuskan mendukung sumber daya atau pemberian langsung” (pelayanan). Semua pihak perlu mengatur kesepakatan dan kapasitasnya untuk pengoperasian mereka –kita bisa saja menambahkan, tanpa interfensi pihak luar. Mereka juga mencatat pentingnya monitoring kesepakatan, dan kesepakatan itu tergantung pada ketersediaan manajemen dalam pengumpulan data (termasuk dari sektor nonpemerintah). Pemegang kekuasaan juga membutuhkan sebuath sistem yang memperbolehkan mereka untuk mengambil tindakan jika ada kasus tidak bekerja atau tidak patuh, sekali lagi tanpa interfensi pihak luar. Kesepakatan tergantung pada kesediaan pemerintah dan kemampuannya membayar kontraktor tepat waktu.
Model “determinan kesehatan” The Dahlgren & Whitehead telah menjadi aksioma dalam wacana kebijakan kehatan masyarakat. Demikian pula, sekarang saatnya kita mengakui bahwa kebijakan sektor kesehatan yang berpusat pada sistem yang lebih luas sangat menentukan efektivitasnya (lihat gambar 1). Apa yang kita sebut model “determinan efektivitas kebijakan” (seperti yang berlaku untuk lebih dari sekedar kebijakan kesehatan) mengingatkan kita bahwa ada faktor pembatas untuk mencapai efektivitas dari stategi utama pengubah kebijakan. Kita harus mempertimbangkan banyak hal: realitas sistem administrasi publik dan aturan yang harus dioperasikan oleh suatu kebijakan kesehatan, pelatihan lokal dan sistem edukasi dan bagaimana mempersiapkan profesionalisme mereka, dan nilai-nilai budaya dan ekonomi setempat. Apakah informasi, misalnya, diperlakukan dengan hormat dan dikumpulkan dan dicatat secara akurat dan tepat waktu? Apakah semua pria dan wanita diperlakukan sama dengan hormat dan bermartabat? Seberapa sering politisi menginterfensi kontrak dan janji pekerja? Kita juga harus mempertimbangkan sektor komersial dan sistem hukum dan apakah praktek-praktek mereka sejalan dengan reformasi yang diusulkan, tingkat kekayaan dan sistem pemerintahan yang memfasilitasi atau membatasi ruang lingkup untuk korupsi, dan sikap mereka terhadap koruptor yang tertangkap. Seorang birokrat senior India telah menulis secara terbuka tentang korupsi di India, dan pentingnya korupsi di sektor kesehatan di seluruh dunia telah cukup dijelaskan oleh laporan tahun ini dari Transparansi Internasional.
Tak ada satupun solusi yang diusulkan –pemerintah lebih menyediakan pelayanan kesehatan, keterlibatan pasar, keterlibatan organisasi nonpemerintah, subsidiaritas, perawatan primer terpadu, pendekatan “jalan ketiga”, dll - akan bekerja efektif sampai kita mengetahui adanya dampak dari konteks dan lingkungan di mana mereka diharapkan untuk berhasil. Pengembangan kapasitas sistemik menarik perhatian kita kepada kebutuhan untuk analisis yang rinci tentang kekurangan kapasitas dalam sektor kesehatan. Para penentu model efektivitas kebijakan mengingatkan kita perlu untuk melihat keluar juga. Bahkan mungkin untuk reformasi pelayanan kesehatan agar menjadi sukses kita perlu memberikan perhatian lebih terhadap pembangunan ke atas dan mencari langkah yang lebih besar dalam perubahan sistem politik, hukum, komersial, pendidikan dan administratif yang sukses mengandalkan kebijakan kesehatan.
Gambar 1
Link download postingan ini ada di sini

2 komentar:
gokil coy.. maksih dah di share bos.....
sama" ... selamat menikmatii :)
Posting Komentar