Minggu, 20 Maret 2011

Air Borne Disease: Tubercolosis


  1. PENGERTIAN
    Tuberkulosis adalah penyakit infeksius yang terutama menyerang parenkim paru.(Brunner & Suddarth, 2001)
    Tuberkulosis adalah penyakit yang disebabkan Mycobacterium tuberkulosis yang hampir seluruh organ tubuh dapat terserang olehnya, tapi yang paling banyak adalah paru-paru.(IPD, FK, UI)
    Tuberkulosis adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh Mycobacterium Tuberkulosis dan Mycobacterium bovis.(Ngastiyah, 2005)
    Tuberkulosis pulmoner adalah penyakit infeksius yang terutama menyerang parenkim paru, dengan agen infeksius utama Mycobacterium tuberculosis.(Smeltzer & Bare, 2001)
    Tuberkulosis merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis, yang dapat menyebar melalui getah bening atau pembuluh darah. (Price & Wilson, 1994)
    Tuberkulosis merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberkulosis yang penularannya melalui percikan ludah dari penderita tuberkulosis yang membuang dahak di sembarang tempat. Sehingga penularannya mudah terjadi pada orang lain, tetapi tidak semua orang mudah terkena tuberkulosis tergantung daya tahan tubuh yang sudah baik tidak akan mudah terkena.

  2. EPIDEMIOLOGI
    Dalam penularan infeksi Mycobacterium tuberculosis hal-hal yang perlu diperhatikan adalah:
    Reservour, sumber dan penularan: Manusia adalah reservoar paling umum, sekret saluran pernafasan dari orang dengan lesi aktif terbuka memindahkan infeksi langsung melalui droplet.
    Masa inkubasi: Yaitu sejak masuknya sampai timbulnya lesi primer umumnya memerlukan waktu empat sampai enam minggu, interfal antara infeksi primer dengan reinfeksi bisa beberapa tahun.
    Masa dapat menular: Selama yang bersangkutan mengeluarkan bacil Turbekel terutama yang dibatukkan atau dibersinkan.
    Immunitas: Anak dibawah tiga tahun paling rentan, karena sejak lahir sampai satu bulan bayi diberi vaksinasi BCG yang meningkatkan tubuh terhadap TBC.

  3. MEKANISME PENULARAN
  4. ETIOLOGY/PENYEBAB PENYAKIT
    TB paru disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis yang merupakan batang aerobic tahan asam yang tumbuh lambat dan sensitive terhadap panas dan sinar UV. Bakteri yang jarang sebagai penyebab, tetapi pernah terjadi adalah M. Bovis dan M. Avium.

  5. CARA PENANGGULANGAN
      
    a. Promotif
    • Penyuluhan kepada masyarakat apa itu TBC
    • Pemberitahuan baik melalui spanduk/iklan tentang bahaya TBC, cara penularan, cara pencegahan, faktor resiko.
    • Mensosialisasikan BCG di masyarakat.

b. Preventif
  • Vaksinasi BCG
  • Menggunakan isoniazid (INH)
  • Membersihkan lingkungan dari tempat kotor dan lembab.
  • Bila ada gejala-gejala TBC segera ke Puskesmas/RS, agar dapat diketahui secara dini
c. Kuratif
Pengobatan tuberkulosis terutama pada pemberian obat antimikroba dalam jangka waktu yang lama. Obat-obat dapat juga digunakan untuk mencegah timbulnya penyakit klinis pada seseorang yang sudah terjangkit infeksi. Penderita tuberkulosis dengan gejala knlinis harus mendapat minuman dua obat untuk mencegah timbulnya strain yang resisten terhadap obat. Kombinasi obat-obat pilihan adalah isoniazid (hidrazid asam isonikkotinat = INH) dengan etambutol (EMB) atau rifamsipin (RIF).
Dosis lazim INH untuk orang dewasa biasanya 5-10 mg/kg atau sekitar 300mg/hari, EMB, 25 mg/kg selama 60hari, kemudian 15 mg. Kg, RIF 600 mg sekali sehari. Efek samping etambutol adalah Neuritis retrobulbar disertai penurunan ketajaman penglihatan. Uji ketajaman penglihatan dianjurkan setiap bulan agar keadaan tersebut dapat diketahui. Efek samping INH yang berat jarang terjadi. Komplikasi yang paling berat adalah hepatitis. Resiko hepatitis sangat rendah pada penderita dibawah usia 20 tahun dan mencapai puncaknya pada usia 60 tahun keatas. Disfungsi hati, seperti terbukti dengan peningkatan aktivitas serum aminotransferase, ditemukan pada 10-20% yang mendapat INH. Waktu minimal terapi kombinasi 18 bulan sesudah konversi biakan sputum menjadi negatif. Sesudah itu masuk harus dianjurkan terapi dengan INH saja selama satu tahun.
Baru-baru ini CDC dan American Thoracis Societty (ATS) mengeluarkan pernyataan mengenai rekomendasi kemoterapi jangka pendek bagi penderita tuberkulosis dengan riwayat tuberkulosis paru pengobatan 6 atau 9 bulan berkaitan dengan resimen yang terdiri dari INH dan RIF (tanpa atau dengan obat-obat lainnya), dan hanya diberikan pada pasien tuberkulosis paru tanpa komplikasi, misalnya : pasien tanpa penyakit lain seperti diabetes, silikosis atau kanker didiagnosis TBC setelah batuk darah, padahal mengalami batu dan mengeluarkan keringat malam sekitar 3 minggu.

DAFTAR PUSTAKA
http://www.scribd.com/doc/20358065/TUBERKULOSIS-PARU

http://digilib.unimus.ac.id/download.php?id=1210


Nurcahyo Adinugroho
E2A009052

    0 komentar:

    Posting Komentar